Rabu, 28 Mei 2014

10 Sinetron yang Tak Layak ditonton Versi KPI

KPI: 10 Sinetron ini tak layak tonton
MERDEKA.COM. Beberapa bulan terakhir, kekerasan yang menimpa anak-anak dan remaja semakin banyak jumlahnya dan semakin memprihatinkan bahkan kekerasan tersebut terjadi di sekolah dan lingkungan tempat tinggal yang seharusnya aman bagi anak-anak dan remaja. Sejumlah pihak menduga media khususnya televisi sebagai salah satu pemicu munculnya tindak kekerasan tersebut.

Menurut Komisioner KPI, Agatha Lily, sepanjang tahun 2013 sampai dengan April 2014, KPI menerima sebanyak 1600-an pengaduan masyarakat terhadap program sinetron dan FTV yang dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak serta mempengaruhi perilaku kekerasan terhadap anak.

"Sejak 1 bulan lalu tepatnya tanggal 11 April 2014, KPI telah melakukan evaluasi program sinetron dan FTV yang disiarkan 12 stasiun televisi dalam rangka melakukan pembinaan. Dalam forum evaluasi tersebut hadir juga beberapa production house (PH) yang memproduksi program-program tersebut. Namun demikian, sampai dengan hari ini KPI masih menemukan sejumlah pelanggaran terhadap UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)," ujar Agatha Lily dalam rilis yang diterimma merdeka.com, Rabu (14/5).

Adapun pelanggaran tersebut menurut Agatha Lily meliputi: bullying, kekerasan fisik, kekerasan verval, menampilkan percobaan pembunuhan, adegan percobaan bunuh diri, menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah, adanya percobaan pemerkosaan dan sebagainya.

"Bahkan program sinetron dan FTV kerap menggunakan judul-judul yang sangat provokatif dan tidak pantas, seperti: Sumpah Pocong Di Sekolah, Aku Dibuang Suamiku Seperti Tisu Bekas, Mahluk Ngesot, Merebut Suami Dari Simpanan, 3x Ditalak Suami Dalam Semalam, Aku Hamil Suamiku Selingkuh, Pacar Lebih Penting Dari Istri, Ibu Jangan Rebut Suamiku, Istri Dari Neraka aka Aku Benci Istriku," papar Agatha Lily.

Atas pelanggaran tersebut, lanjut Agatha Lily, KPI menyatakan 10 sinetron dan FTV bermasalah dan tidak layak ditonton tersebut adalah:

1. Sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda RCTI

2. Sinetron Pashmina Aisha RCTI

3. Sinetron ABG Jadi Manten SCTV

4. Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala SCTV

5. Sinetron Diam-Diam Suka SCTV

6. Sinema Indonesia ANTV

7. Sinema Akhir Pekan ANTV

8. Sinema Pagi Indosiar

9. Sinema Utama Keluarga MNC TV

10.Bioskop Indonesia Premier Trans TV

Atas dasar itu, KPI dengan tegas menyatakan, stasiun televisi segera memperbaiki sinetron dan FTV tersebut. Production House (PH) agar tidak memproduksi program sinetron dan FTV yang tidak mendidik.

KPI juga meminta kepada orang tua tidak membiarkan anak menonton program-program tersebut. "Anak-anak dan remaja agar selektif dalam memilih tayangan TV dan tidak menonton sinetron dan FTV yang bermasalah."

KPI, lanjut Lily juga akan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran dalam program-program tersebut. Terhitung sejak release ini dikeluarkan, KPI Pusat akan menindak tegas stasiun televisi yang tidak melakukan perbaikan.

"Kami meminta pertanggungjawaban pengelola televisi yang meminjam frekuensi milik publik agar tidak menyajikan program-program yang merusak moral anak bangsa," tutupnya.




Eks Striker Persikad, Persibat, dan Barito Gabung Persida Sidoarjo

Persida Sidoarjo Rekrut Bomber Asing Mantan Barito
MENGHADAPI Martapura FC pada lanjutan laga Grup 6 Divisi Utama 2014, Persida Sidoarjo dipastikan diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Ronivon de Calvalho, striker asal Brasil dan satu dari Afrika.
“Kalau yang dari Afrika, saya tidak hafal namanya. Posisinya bek, kedua pemain rencananya datang ke Sidoarjo Senin,” ujar pelatih Persida, Freddy Mulli.
Freddy menuturkan, tim berjuluk Laskar Jenggolo memang sangat membutuhkan pemain tambahan pada putaran kedua. Kebutuhan mendesak adalah striker dan bek. Kedua posisi tersebut menjadi titik lemah sepanjang putaran pertama. “Kami sudah melakukan evaluasi tim, memang kelemahan kita ada di sektor depan,” nilai Fredy.
Finishing touch, perlu dibenahi secara cepat. Supaya setiap peluang yang diperoleh di depan gawang mampu diselesaikan jadi gol.
Pelatih asal Palopo, Sulawesi Selatan ini berharap, tambahan pemain asing bisa jadi solusi kelemahan di lini depan. “Kalau tengah tidak ada masalah. Pemain yang ada sudah cukup dan produktif,” ucap mantan pelatih Persebaya ini.
Menariknya, bagi pencinta sepak bola Banua, sosok striker asing Persida itu tidak asing lagi. Ya, Ronivon pernah berseragam Barito Putera. Bahkan, mantan pemain Persibat Batang dan Persikad Depok itu punya istri Urang Banjar.
Dia juga sempat kembali mencoba peruntungan di Barito pada Divisi Utama lalu, namun, selalu gagal mendapat perhatian pelatih Salahudin.

Sumber :



Tanpa Tim Medis, Persiraja bertandang ke Medan

Tandang Ke Medan, Persiraja Banda Aceh Tak Bawa Tim Medis

Pertandingan babak kedua antara PS Kwarta melawan Persiraja di Stadion Teladan Medan, Rabu (14/5/2014) berjalan cukup ketat di babak kedua. Alhasil sering terjadi benturan-benturan antar pemain. Namun para pemain dapat bermain cukup tenang sehingga tidak ada kericuhan yang terjadi.
Namun pemandangan menarik terjadi saat pemain Persiraja Safrizani mengalami cedera pada menit ke 64. Dia terkena tendangan yang cukup keras dari pemain Kwarta. Wasit pun langsung mempersilakan pihak medis Persiraja untuk masuk ke lapangan. Namun tim medis tak kunjung datang.
Ternyata pihak Persiraja tidak menyediakan medis dalam pertandingan tersebut. Hal itu terlihat dari daftar ofisial yang tertera dalam form c2 divisi utama Liga Indonesia. Mereka hanya menyertakan 17 pemain, 1 manajer, 3 pelatih, dan dua ofisial.  (Tribun Medan)


Takut Sebutkan Nama Bandar Narkoba, Roger Danuarta Beri Keterangan Palsu

Takut Sebutkan Nama Bandar Narkoba, Roger Danuarta Beri Keterangan Palsu

ROGER Danuarta ditangkap Satuan Narkoba Polsek Pulo Gadung saat sedang teler di mobil pada pertengahan Februari 2014.
Dalam pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Roger mengaku dapat barang haram dari teman berinisial M.
Namun, Roger mengungkapkan bahwa teman berinisial M hanya rekayasa. Pemain sinetron "Preman Kampus" itu pun sudah mencabut keterangannya.
"Saya sudah mencabutnya pada saat BAP pertama dilakukan, setelah tertangkap malam harinya," ujar Roger di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (26/5).
Keterangan palsu diberikan Roger  karena saat itu diakui masih dalam pengaruh narkoba yang dikonsumsinya.
"Iya, saya masih di bawah pengaruh obat-obatan. Dan berikutnya saya meluruskan," kata Roger.
Tak hanya itu, Roger sengaja membuat keterangan palsu karena takut bila menyebutkan nama bandar yang menjual narkoba kepadanya.
"Alasan berikutnya saya takut menyebutkan nama bandarnya. Michael hanya nama karangan saya," tandasnya.






Libas Persikota 3-1, PSB Bogor Berjaya

Gasak Persikota, PSB Berjaya

Walikota Bogor Bima Arya mengapresiasi tim pelatih dan para pemain PSB setelah sukses menggasak Persikota, 3-1.
PSB Bogor tampil perkasa menggasak Persikota Tangerang, 3-1 (2-0) dalam laga pamungkas Divisi I Grup E di Stadion Pajajaran, Bogor, Sabtu (17/5).  Tiga gol kemenangan bagi Laskar Pakuan dipersembahkan Irvan Firdaus menit ke-19 dan 85, serta gol Victor Ilhami dari titik penalti pada menit ke-44. Sedangkan satu-satunya gol balasan Persikota, juga lahir dari penalti melalui Chandra Budi satu menit menjelang laga usai.
Dengan kemenangan ini,  PSB Bogor bertengger di puncak klasemen sementara Grup E dengan nilai 9, hasil dua kali menang dan tiga kali seri. Ahmad Sopian dkk mengambil alih pimpinan klasemen dari tangan Persikasi Bekasi yang juga sama-sama mengemas nilai 9. Skuad The Blues unggul selisih gol (5-2) dibanding Bekasi (3-1).
”Alhamdulillah, anak-anak main baik sekali sore ini. Kami bisa mempersembahkan kemenangan untuk warga Bogor. Terima kasih untuk para pemain, pelatih dan juga para penonton. Namun, kami tidak mau berpuas diri. Perjalanan masih panjang. Masih ada putaran kedua,” ujar Manajer Tim PSB, H. Eri Kusmar kepada WartaPakwan.Com.
Dari pemain, Ahmad Sopian menyampaikan terima kasih kepada warga Bogor yang setia memberikan support sejak laga pertama hingga laga penutup putaran kesatu, Sabtu (17/5).  “Kami dari pemain, menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan para fans PSB. Semoga kami bisa terus melaju,” ujar Ano.
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Walikota Usmar Hariman juga hadir pada laga ini. Keduanya memberikan support kepada tim. “Mainnya luar biasa sore ini. Kemenangan yang spesial, mengantarkan tim menjadi pemuncak klasemen. Terima kasih pelatih, dan pemain. Semoga bisa kembali menjadi tuan rumah untuk putaran kedua dan bisa menghibur warga Bogor dengan mempersembahkan kemenangan demi kemenangan,” ujar Bima Arya yang didampingi Tim Pelatih PSB Bogor, Ateng Syariudin, Alex Yakub, dan Khusnul Wiyadi. 



Boakay Eddy Foday Disebut Buat Lini Depan Persija Lebih Hidup

Boakay Eddy Foday Disebut Buat Lini Depan Persija Lebih Hidup
Asisten pelatih Persija Jakarta, Hendri Susilo, menyatakan bahwa skuad Macan Kemayoran tampil berbeda kala menjamu Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (26/5). Keberadaan Boakay Eddy Foday menjadi penyebab.
Menurut Hendri, permainan Persija terutama di lini depan menjadi lebih hidup. Peluang pun berkali-kali didapat.
“Saya pikir, ia masih harus pengondisian. Tapi, secara umum Boakay bagus karena bisa ubah lini depan dan menjadi lebih hidup,” kata Hendri usai pertandingan.
Boakay sendiri langsung diturunkan sejak awal. Ia menjadi pemain yang ikut berperan dari lahirnya gol pertama Persija yang dicetak Victor Pae. Bola muntah hasil sepakannya yang diblok disambar Victor menjadi gol.
Boakay juga turut andil di kemenangan Persija. Boakay mencetak gol pada menit ke-71 lewat titik putih.
“Ivan Bosnjak juga tampil bagus. Saya pikir dalam sepak bola pemain harus menunjukkan kualitasnya. Apalagi, manajemen sudah mewanti-wanti apabila tidak menunjukkan performa terbaik akan digeser,” jelas Hendri. (intersport)





Sosok Kakek Dibalik Sampul Buku Iqro

Sosok Kakek Dibalik Sampul Buku Iqro

Ada yang masih ingat Buku iqro sewaktu kita kecil, ada cover pengarangnya, siapakah dia? Semoga pahala terus mengalir untuk beliau, karena kita sekarang sudah lancar mengaji. Tahukah siapa beliau? Beliau adalah K.H. As’ad Humam.
Memang tak banyak orang yang mengenal K.H. As’ad Humam. K.H. As’ad Humam lahir pada tahun 1933. Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun.

Penyakit inilah yang dikemudian hari membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam keseharian, sholatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya.

Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

Nama asli dari KH As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan nama Humam yang diletakkan dibelakang adalah nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orang tua mereka, terbukti tak ada satu pun dari mereka yang menjadi Pegawai Negeri Sipil. KH Asad Humam sendiri berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Berawal dari silaturahim ini kemudian KH As’ad Humam mengenal metode Qiroati.

Dari Qiroati ini pula kemudian muncul gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al Quran. Mulailah KH As’ad Humam bereksperimen, dan hasilnya kemudian ia catat, dan ia usulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

Namun gagasan-gagasan tersebut seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati adalah inayah dari Allah sehingga tidak perlu ada perubahan. Hal inilah yang pada akhirnya menjadikan kedua tokoh ”berkonflik”. Sehingga pada akhirnya muncullah gagasan KH As’ad Humam dan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk menyusun sendiri dengan pengembangan penggunaan cara cepat belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro.

K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.