Kamis, 28 Oktober 2010

PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN


PENDUDUK
Penduduk atau warga suatu negara bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalnya bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
          Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 245 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pulau jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.
         Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya bahasa indonesia (sejenis dengan bahasa melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.
                                                                                
            Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
            Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
1.      Masalah Penduduk yang Bersifat Kuantitatif
a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subjek dan objek pembangunan. Manfaat jumlah penduduk yang besar :
1) Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
2) Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa :
• Sebagai pusat pemerintahan.
• Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
• Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
• Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
• Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar
      Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan.   Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti :
• Munculnya permukiman liar.
• Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
• Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
• Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran, dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk
meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.
Upaya-upaya tersebut adalah :
• Pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri.
• Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
• Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkunganalamnya. Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.
Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigrasi.
Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu :
• Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
• Peningkatan taraf hidup transmigran.
• Pengolahan sumber daya alam.
• Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
• Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
• Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
• Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah :
• terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang.
• terjadi kekeringan.
• tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi.
2. Masalah Penduduk yang Bersifat Kualitatif
a. Tingkat Kesehatan Penduduk yang rendah
Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi kualitas kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat :
1) Angka Kematian
2) Angka Harapan Hidup
Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.
b. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi. Kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi (sarjana) tetapi menganggur. Keadaan demikian tentu sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.
B. Masalah Kependudukan di Indonesia
a. Pengertian Masalah Kependudukan
Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
1) Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.
2) Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini.
b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun.
Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil. Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.
Dua tujuan pokok Program Keluarga Berencana yaitu :
a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi
kemampuan peningkatan produksi.
b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera
c. Persebaran Penduduk Tidak Merata
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau,
provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi, yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km 2). Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.
KEBUDAYAAN
           Dalam hidup kebudayaan merupakan sebuah peninggalan yang harus dipertahankan dengan segenap jiwa dan raga kita karena kebudayaan yang di tinggalkan nenek moyang kita pada zaman dahulu kala diberikan kepada kita agar kita mempelajari, menjaga dan melestarikan agar tidak punah. Karena dengan menjaga dan melestarikan serta mempelajari kebudayaan dapat memberikan  kita suatu sikap dan rasa akan mencintai kebudayan dan menghargai pengorbanan nenek moyang kita pada zaman dahulu.
           Bicara tentang kebudayaan Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak dan beraneka macam kebudayaan hingga menjadi daya tarik luar negeri. Banyaknya kebudayaan kita menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar. Bahkan adapula bangsa – bangsa luar yang rela pula mempelajari kebudayaan kita. Tetapi sangat disayangkan juga kebudayaan kita telah banyak yang mengakuinya dan merampasnya. Maka dari itu semoga dengan membaca ini kita dapat mengetahui kebudayaan dan menjadikan kita peduli dan cinta akan kebudayaan.

Pengertian
          Adapun pengertian Kebudayaan tersebut berasal dari kata budaya yang memiliki pengertian tradisi atau kebiasaan. Dalam bahasa Sansekerta memiliki arti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Unsur-Unsur

           Ada beberapa pendapat yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
Adapun contoh kecil dari kebudayaan ialah :
Bahasa
            Bahasa merupakan alat perwujudan budaya yang digunakan sebagai alat komunikasi baik secara lisan ataupun gerak. Dalam kebudayaan pun bahasa memiliki fungsi dan tujuan. Dan fungsi bahasa di bagi menjadi 2 yaitu  fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum yaitu sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial. Indonesia memiliki beragam bahasa seperti jawa, sunda, melayu, dll. Kita sebagai bangsa indonesia harus bangga dengan beragam bahasa yang di miliki karena dengan banyaknya bahasa yang di miliki dapat memperkaya budaya kita. Bahasa di kita memang memiliki keunikan sendiri yang bahkan sampai ada ilmuwan dan professor luar negeri yang mempelajari bahasa daerah kita.

Kesenian

 Lukisan musisi wanita Persia dari Istana Hasht-Behesht (Istana 8 surga)
          Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Dalam negeri kita ada pula music keroncong yang merupakan musik peninggalan zaman dahulu.

Pernikahan

           Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajibaan dan menggunakan adat Islam tetapi ada juga orang yang menikahkan anaknya sesuai adat dan kebiassan seperti yang di jodoh jodohkan, dan lainnya. Tetapi itu semua tergantung dari kita mau memakai adat menurut agama atau adat budaya dan yang pasti sebuah pernikahan dapat membawa sebuah kita akan kehidupan baru yang selama ini kita nanti.
               

Mitos

           Indonesia merupakan Negara yang memiliki kebudayaan yang sangat kental akan mitosnya adapun mitos – mitos yang ada di Indonesia contohnya :  Jangan duduk di depan pintu, nanti susah mendapat jodoh, Jangan makan sambil tidur, nanti kepalanya membesar karena makanan akan langsung dicerna oleh otak dan tidak sampai ke lambung, Bagi Perempuan jangan  tidur tengkurap nanti susah dapet jodoh, Bagi anak kecil, jangan bermain ketika maghrib nanti di ambil oleh hantu dan sejenisnya, Jangan duduk di atas bantal nanti kita banyak hutang, jangan memakan makanan sesajen nanti hidup kita tidak selamat, dan masih banyak lagi mitos – mitos lainnya dan yang paling terkenal yaitu Jangan memakai baju hijau ketika di pelabuhan ratu nanti kita di bawa ke istana nyi Roro Kidul di dasar laut. Mitos yang berkembang di negeri kita merupakan suatu kebudayaan yang telah turun temurun diturunkan.

Tarian
          Tarian merupakan suatu gerakan indah yang dipertunjukan dan dipertontonkan melalui suatu keindahan gerak yang biasanya di iringi oleh musik yang bertujuan menghibur penonton. Adapun tarian sudah menjadi peninggalan terbesar Nenek moyang kita dan  di negeri kita ini terdapat banyak peninggalan tarian darfi zaman dahuku contohnya : Tari Piring, Tari Jaipong, Tari Seudati, Tari Kecak, Tari Gantar, Tari Perang, Tari Leleng, Tari Kancet Lasan, Tari Serumpai, Tari Persembahan, Tarian Joka Sapa, Tarian Sangga Alu/Assu,  Tarian Dowe Dera, Tarian Woge, dan lain – lain.
                   

Mungkin cukup sekian dulu penjelasan tentang penduduk dan kebudayaan. Dan semoga di lain kesempatan kita bisa berbagi ilmu kembalidan apabila ada kesalahan dan kritik silahkan kirim ke blog saya dan semoga dengan adanya blog ini sebagai pembelajaran bagi kita semua.
Terima kasih.






SUMBER REFERENSI :
http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=832&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=pernikahan+adat+padang&btnG=Telusuri&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=832&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=tari+kecak&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=




NAMA : RACHMAN ANDRIANSYAH
NPM : 15110495
KELAS : 1 KA 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar