Minggu, 06 Oktober 2013

Haid Tidak Teratur, Mungkin Anda Terkena PCOS

Berbeda dengan wanita dewasa yang memiliki siklus menstruasi teratur setiap bulannya, gadis yang baru beranjak dewasa seringkali mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi di masa-masa awal mereka mengalaminya.

Pada dasarnya ketidakteraturan siklus tersebut merupakan hal lumrah. Akan tetapi, jika kondisi ini berlangsung lama bahkan hingga mereka dewasa maka bisa jadi ia mengalami gangguan kesehatan yang disebut PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).
Polycystic Ovarian Syndrome merupakan kelainan endokrin yang ditandai dengan meningkatnya hormon pria (androgen) di dalam tubuh. Ini akan mengganggu pertumbuhan dan pelepasan sel telur dari ovarium. Akibatnya ovulasi tidak terjadi dan menstruasi menjadi tidak teratur.
Para ahli menyebutkan bahwa wanita yang mengalami PCOS berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, hingga kanker endometrium. Penderita juga berisiko mengalami resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes.
Bertambahnya berat badan secara drastis, rambut rontok, hingga mudah berjerawat, adalah beberapa gejala PCOS yang sering muncul, meski ada gejala-gejala lain yang membutuhkan uji laboratorium untuk mengetahui kondisi PCOS dengan pasti.
Banyak hal yang dapat menyebabkan siklus haid menjadi terlambat, antara lain:
1. Stress dan depresi
2. Nutrisi yang kurang
3. Penurunan berat badan berlebihan
4. Olahraga berlebihan
5. Obesitas
6. Gangguan hipotalamus dan hipofisis sehingga terjadi ketidak seimbangan hormon dalam tubuh
7. Gangguan indung telur
8. Penggunaan obat-obatan, seperti obat antidepresi, kortikosteroid, kontrasepsi oral, dll
9. Penyakit kronik dan Sindrom Asherman
10. Hamil
Seperti dikutip Times of India, Suzanne Kavic, MD, division director Reproductive Endocrinology di Loyola University Health System mengatakan, “PCOS bisa diobati dengan melakukan kombinasi dari berolahraga, diet yang dimodifikasi, serta pemberian obat-obatan. Berat badan ideal dapat membantu hormon pria dan kadar gula darah, yang pada gilirannya nanti bisa mengembalikan proses ovulasi dan menstruasi.”
Segera konsultasikan ke dokter spesialis jika Anda mengalami kondisi menstruasi yang tidak teratur untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Analisis Saya :
Menstruasi yang tidak teratur memang mempengaruhi pengeluaran sel telur. Siklus menstruasi yang tidak teratur memang menyebabkan pengeluaran sel telur yang tidak teratur juga. Jika tidak ada gangguan nutrisi dan dalam aktivitas, maka sebaiknya teman-teman memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan USG dan pemeriksaan horrmon.

Sumber :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar