Minggu, 06 Oktober 2013

Liga Prima Indonesia Resmi Dihentikan

Kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) resmi dihentikan. Ini setelah PSSI menetapkan keputusan bahwa klub LPI harus menempuh jalur play-off untuk merebut tiket unifikasi liga musim depan.
Hal ini merupakan keputusan lanjutan Komite Eksekutif (Exco) PSSI setelah menggelar pertemuan dengan klub-klub LPI di Hotel Sultan, Rabu (2/10) malam. Pertemuan tersebut membuahkan dua opsi. Opsi lainnya adalah dengan melakukan verifikasi langsung terhadap klub yang menempati peringkat empat besar klasemen sementara LPI saat ini.

“Namun Exco memutuskan memilih opsi kedua. Sistem play-off dinilai sebagai keputusan yang paling tepat,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).
Pria yang akrab disapa Jokdri tersebut menjelaskan, opsi melakukan verifikasi langsung bukan pilihan tepat menyusul banyaknya masalah yang terjadi selama putaran satu LPI. Mulai dari permasalahan Walkover hingga berantakannya jadwal pertandingan yang berbuntut pada ketidakpastian susunan klasemen. Play-off akan diikuti 10 klub dari 16 klub LPI.

Yakni Pro Duta, Perseman Manokwari, PSM Makassar, Persiba Bantul, PSIR Rembang, Persepar Palangkaraya, Persijap, Persiraja, PSLS, Bontang FC. Sedangkan untuk Persebaya 1927 dan Arema IPL tidak diikutsertakan karena keanggotaannya tidak diakui PSSI. Sementara Persibo Bojonegoro, Persija IPL, Persema Malang tidak boleh ikut serta menyusul sanksi diskualifikasi akibat banyak melakukan WO (Walk Out).

Sedangkan Semen Padang tidak perlu ikut serta karena mendapatkan tiket langsung. Semen Padang dinilai telah berperan besar dalam AFC kemarin walaupun harus kalah diperempat final dari East Bengal. Para peserta play-off akan dibagi ke dalam dua grup dengan format setengah kompetisi. Setiap grup akan diambil tiga klub terbaik untuk selanjutnya menempuh proses verifikasi bersama Semen Padang yang sudah mendapatkan tiket langsung. Jadi, tambah Joko, akan ada tujuh klub yang berpeluang mendapatkan tiket unifikasi.

Enam klub dari hasil play-off dan satunya Semen Padang. Namun hanya empat klub yang akan diambil sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret 2013. “Penilaian terakhir ditentukan melalui nilai verifikasi. Empat klub yang memiliki nilai tertinggi, mereka yang akan ikut unifikasi liga musim depan,” kata Joko.

Play-off akan digelar di dua tempat. Yakni Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara dan Stadion Sultan Agung, Bantul. Rencananya, perebutan tiket unfikasi ini akan digelar paling cepat pada 13 Oktober. Sementara drawing grup para peserta akan dilaksanakan pada Jumat (4/10) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. 

Analisis Saya : Menurut saya keputusan ini sudah sangat tepat. Apabila kompetisi masih dilanjutkan pun tak sedikit klub yang diterpa krisis keuangan dan akan menjadikan kompetisi ini menjadi semakin buruk (tak sehat lagi). Menurut saya pribadi dari segi peserta dan komposisi pemain pun kebanyakan diisi oleh pemain-pemain muda yang masih minim pengalaman dan tak jarang ada klub yang memecat pemain asingnya untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub seperti Arema, Persiraja, Persema dan sebagainya. Oleh sebab itu semoga saja 3 dari 10 klub yang melakukan Play Off bersama Semen Padang nanti dapat berkompetisi lebih baik lagi di ISL pada taun depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar